Connect with us

Meniti Jalan yang Lurus

Artikel

Meniti Jalan yang Lurus

“Ini adalah jalan yang lurus” (Al Hijr : 41)

Kadang-kadang dunia memang tak bersahabat, bengitu banyak cobaan dan hambatan kala menyusuri jalan kehidupan, seperti berjalan tanpa alas menginjak batu kerikil yang bertebaran di jalanan. Jalan ini memang sunyi, sepi, jauh dari keramaian, karena tak banyak manusia memilih jalan ini.

Kenikmatan dunia memang bengitu menggiurkan, tak banyak manusia terjun bebas jatuh ke dalamnya hanya untuk sekedar memenuhi hasrat duniawi. Terkadang manusia lupa kembali ke daratan, memilih bermukim lama dalam waktu yang tidak ditentukan.

Jalan sunyi ini memang jauh dari asyiknya godaan dunia, apalagi kenyamanan hidup. Konsekuensi menapaki jalan ini akan berjumpa kesusahan, berkawan derita, dan tentu saja tak punya banyak kawan. Ditambah lagi banyaknya ketakutan-ketakutan yang bersemayam di kepala manusia, ketakutan hidup miskin, ketakutan kelaparan, dan ketakutan-ketakutan lainnya.

Kenikmatan dan ketakutan dunia hanya bersifat sementara, banyak manusia yang mengetahui hal ini, tapi lebih banyak lagi yang menafikkannya. Situasi ini menggambarkan bahwa agama tak lagi punya kedudukan yang subtansial dalam diri manusia, agama tak lagi menjadi tumpuan hidup, apalagi pedoman. Agama seakan-akan hanya sebuah status identitas bahwa manusia ber-Tuhan, tapi mengabaikan ajarannya.

Salahsatu di antara bengitu banyaknya penyakit klasik manusia yakni menunda-nunda ketika diperhadapkan pada pilihan melaksanakan kepentingan akhirat yang berbenturan dengan kepentingan dunia. Manusia lebih memilih melanjutkan aktifitas nya di dunia ketimbang melaksanakan ibadahnya, seakan-akan kepentingan dunia punya derajat lebih tinggi. Belum lagi budaya tabayun, yang bertujuan untuk mengecek kebenaran suatu berita yang sampai di telinga kita, dan budaya ini terus terkikis sehingga salahsatu penyakit era modern yakni Hoaks terus meraja rela di jaman sekarang.

Padahal, menjalankan ajaran agama bukan berarti meninggalkan rutinitas keseharian kita di dunia, karena pada dasarnya penerapan ajaran agama ada dalam tingkah laku keseharian kita. Bagaimana kita menyeimbangkan Hablum MinAllah Wa Hablum Minannas, agama mendorong umatnya agar dalam beragama tidak sekedar mementingkan ibadah kepada Tuhan semata, tetapi menganjurkan ibadah sosial juga, gabungan antara  hubungan vertikal dan horizontal.

Ibnu Mas’ud berkata : “Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam pernah membuat sebuah garis untuk kami, lalu Beliau bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah’, Kemudian, Beliau membuat lagi beberapa garis di sebelah kanan dan kiri garis itu seraya bersabda, ‘Ini beberapa jalan, pada tiap-tiap jalan ini terdapat setan yang menyeru itu’. Kemudian Beliau Membaca Firman Allah (yang artinya) : “Dan bahwasanya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa”(Al An’am : 153)

Setiap manusia dalam perjalanannya akan menemui persimpangan jalan, diperhadapkan dengan beberapa pilihan. Dalam kondisi ini, banyak manusia terjebak, bahkan tersesat dikarenakan dalam mempertimbangkan pilihannya agama tak di jadikan pentunjuk. Ada juga yang sudah berjalan di atas kebenaran, hidup dengan menjadikan agama sebagai kompasnya, namun terjatuh di pertengahan jalan, yang paling parahnya tinggal berdiam diri disana.

Ada hal mendasar yang perlu dimiliki oleh setiap manusia, yakni konsistensi (Istiqomah) serta komitmen dalam memilih jalan-Nya, dengan berbekal sifat itu, maka manusia tak akan mudah putus asa, pasrah, dan terjerumus memilih garis sebelah kanan atau kiri seperti yang di gambarkan Rasulullah Saw.

Hakekatnya jalan hidup yang lurus itu hanya satu yang di berikan Allah Azza Wa Jalla kepada para rasul-Nya yang dituangkan-Nya dalam kitab suci, tak seorangpun yang dapat sampai kepadan-Nya melainkan melalui jalan ini.

Oleh: Emil Halim

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel

To Top