Connect with us

Falsafah Doa Akhir Tahun (1)

Artikel

Falsafah Doa Akhir Tahun (1)

Do’a Akhir Tahun

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل محمد

يَا مُقَلِّبَ اْلقُلُوبِ وَاْلاَبْصَارِ، يَا مُدَبِّرَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، يَا مَحَوِّلَ الْحَوْلِ وَاْلاَحْوَالِ، حَوِّلْ حَالَنَا إِلَى أَحْسَنِ الْحَالِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Artinya:

“Ya Allah, Curahkan selalu Shalawat-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad” 

“Duhai Dzat Yang Membolak-balikkan hati dan pandangan, duhai Dzat Yang Mengatur malam dan siang, duhai Dzat Yang Merubah daya dan semua keadaan, Rubahlah keadaan kami pada keadaan yang paling baik dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi”.

“Tahun baru menunjukkan keberhasilan bumi memutari matahari. Begitupula jiwa manusia, keberhasilannya jika berhasil memutari matahari makrifah” (Syamsul Makrifah).

Ya Muqallib Al-Qulub Wa Al-Abshor“, Makna Qalbun dalam bahasa arab masih satu akar kata dengan Muqallibun dari Qolaba Yaqlibu artinya terbalik, makanya bahasa arab revolusi adalah Inqilab. Hati secara bahasa adalah terbalik, sehingga cenderung untuk terbolak balik dan Allah mempunyai sifat yang membolak balikkan hati. Makna etimologis hati adalah terbalik dan Allah pun membolak balikkan hati, sehingga sangat terbolak baliklah hati itu. Dalil ini menjadikan manusia sulit untuk konsisten dalam kebaikan, jika demikian memang benar adanya manusia mutlak mengalami berbagai macam kondisi jiwa. Hati manusia  terkadang bahagia, galau, hari ini senang besok sedih dan begitu seterusnya. Apakah kondisi hati yang tidak baik adalah hasil candaan Allah yang mempermainkan hati manusia?

Allah memang mampu membolak balikkan hati, namun Allah membolak balikkan hati ke arah yang lebih baik, bukan sebaliknya yang menjadikan  hati berkualitas rendah. Hati memang pada dasarnya jika dibiarkan maka akan selalu terbawa arus duniawi yang dikenal sebagai alam ganggu, fana, penuh fatamorgana,  dan perspektif yang relative, sehingga hati senantiasa terbolak balik. Ditambah lagi di dalam diri manusia terdapat hawa nafsu, emosional, dan imajinasi yang senantiasa menggoda hati.

Hari ini menggebu-gebu jatuh cinta, besok sudah putus. Kemarin baik, tiba-tiba hari ini berubah jadi jahat. Sekarang semangat, beberapa saat kemudian jadi malas. Bahagia dengan cepat berubah jadi sedih dan kecewa, begitulah seterusnya. Inilah salah satu faktor pembeda antara binatang dan manusia dalam pendidikan. Seekor singa menjalani proses pendidikan dilatih oleh pawang sirkus. Jika karakter singa tidak berubah sebagaimana kurikulumnya berarti yang salah adalah yang melatih, karena singa yang hanya ber-iradah (berkehendak) dan bergerak dengan insting takluk pada sistem yang sudah paten.

Berbeda dengan manusia, pendidikan tidak menjamin kualitas manusia menyempurna, bahkan jebolan lembaga pendidikan terbaik pun banyak yang munharif (menyimpang). Pada fenomena ini kesalahan belum tentu pada pendidik, sebab masing-masing manusia mempunyai hawa nafsu, emosional, imajinasi yang mudah mempengaruhi hatinya. Terlebih lagi pada era digital seperti saat ini, begitu banyak informasi yang sangat mempengaruhi membolak balikkan hati. Seseorang bisa saja belajar dua jam, setelah melihat informasi selama dua menit, pelajaran sebelumnya akan terlupakan.

Jadi, kegagalan seorang pendidik tidak bisa diukur dari kegagalan anak muridnya. Karena Rasulullah Saw sendiri sebagai Maha Guru yang diutus untuk semua golongan manusia dan Jin tidak serta-merta berhasil dalam proses mendidik. Bahkan sebagian murtad, fasik, munafik, dzalim dan tetap dalam kebodohannya.

Disinilah makna sifat suci “Muqallibal Qulub“, jika hati terbawa arus keburukan maka Allah membalikkannya kepada kebaikan, jika terbalik lagi ke arah negatif maka Allah membalikkannya lagi ke arah positif. Jika melenceng dari fitrah maka Allah membalikkannya kembali ke fitrah. Begitu seterusnya hingga manusia mencapai hati yang menyempurna. Tanpa kita sadari berbolak baliknya hati adalah nikmat yang tiada tara. Nikmat yang begitu indah terdapat pada perpindahan hati yang hina dina menjadi hati yang mulia.

Wa al-abshor“, betapa banyak manusia hari ini berubah pandangan ditipu oleh fatamorgana duniawi. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, dunia ini adalah dunia ganggu yang penuh dengan dialektika sehingga pandangan dalam berbagai aspek kehidupan senantiasa berubah. Pandangan keilmuan, ideologi, keagamaan, ekonomi,  politik, sosial, budaya, dan lainnya senantiasa mengalami perubahan.

Sifat suci “Muqallibal Abshar”  inilah yang senantiasa membalikkan pandangan yang salah ke arah yang benar, penyimpangan ke arah yang lurus, tidak sempurna ke arah yang lebih sempurna, dan yang berbahaya ke arah yang bermanfaat. Demikian pula dengan hati, terkadang berada dalam kebaikan tetapi terbawa kearah keburukan, sehingga Allah dengan Muqallibal Abshar-Nya mengembalikan ke arah lebih baik. Allah Maha Kuasa merubah pandangan seseorang menjadi world view ukhrawi, seperti Rasulullah memandang dunia sebagai lahan mengumpul bekal ukhrawi, tidak memiliki nilai secara mandiri.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib juga memandang dunia dengan sebuah kalimat “Dunia Bagi Saya Jauh Lebih Menjijikan Daripada Mocong Babi Yang Berpenyakit Lepra”. Coba perhatikan, moncong itu jijik, tambah babi lebih jijik lagi ditambah lagi penyakit lepra dan lebih menjijikkan. Tapi Sayyidina Ali bin Abi Thalib malah mengatakan dunia lebih menjijikkan dari moncong babi yang terkena penyakit lepra, begitu hinanya dunia sehingga Imam Ali mentalak tiga dunia. Pandangan dunia Sayyidina Ali bin Abi Thalib juga tergambar dalam kalimat “Seandainya Seluruh Bumi Berserta Isinya Menjadi Milikku Ketika Aku Mengambil Biji Gandum Di Mulut Semut, Maka Sungguh Aku Tidak Akan Melakukannya”.*

Bersambung..,

Oleh: Farham Rahmat

Santri Khatamun Nabiyyin

*Tulisan ini adalah Orasi Muhasabah dan Refleksi akhir tahun oleh Ust. Akbar Saleh, Beliau menjelaskan ini dalam syarah Do’a Akhir Tahun di Auditorium Khatamun Nabiyyin Jakarta, pada Senin 1 Januari 2019

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel

To Top