Connect with us

Duka Pilu Senja Tragis di Palu

Artikel

Duka Pilu Senja Tragis di Palu

Dirembang petang
Cahaya matahari memancar sendu
Saat-saat akan menggelincir
Sontak.
Gelagar suara gaduh
Tak tebilang detik
pekik hysteria anak manusia dalam hentakan gelegar gempa dahsyat
Tanah goyang
Tanah gempa
Tanah retak
Tanah longsor
Bangunan runtuh
Puing reruntuhan berkeping
Teriakan pilu melolong
Tolong.. tolong..tolong kami
Suara-suara itu bersahutan merintih.

Orang-orang semua panik tidak tahu mau berbuat apa
Tak ada tempat berlindung atau sembunyi
Mereka berlarian kocar kacir tak tau arah kemana mereka berlarian
Sambil teriak dengan tangis dalam ketakutan memanggil
Ibunya
Memanggil anaknya
Memanggil kakaknya
Memanggil adiknya
Memanggil ayahnya.
Memanggil-manggil Tuhannya …
Allahu Akbar Allahu Akbar tolonglah kami Ya Allah
Lantas.
Tak seberapa menit berlalu
Beralun suara Adzan magrib
Di laut tenang tiba-tiba gemuruh gerombolan gelombang besar mendobrak tepian pantai dengan semburan air bercampur lumpur menjilati tanah kering yang penuh reruntuhan
Silih berganti suara teriakan-teriakan itu mengajak orang-orang untuk menghindar terpaan
Namun apa daya sang bala bencana tak mau kompromi lagi.
Sapuannya melululantakan seluruhnya
Tak ada satupun yang tersisa.
Bumiku terguncang
Tanah retak
Tanah longsor
Tsunami menerjang kota Palu
Kotaku Porak poranda
Dukaku
Duka pilu
Duka menyayat hati.
Mayat-mayat bergelimpangan
Mayat-mayat tertindih bangunan reruntuhan
Mayat-mayat tertibun longsor
yang terhimpit reruntuhan
Yang tersisa adalah orang-orang yang dalam kepiluan hati di pengungsian yang kian waktu mulai kelaparan.

Bencana itu telah datang bak hardikan pada manusia.
Bencana itu telah merenggut nyawa
Bencana itu telah memisahkan orang yang tercinta.
Bencana itu telah membuat kita semua menangis
Menangisi kejadian duniawi.
Air mata berurai dalam kehausan raga sang pengungsi.

Dukaku duka pilu di kota Palu
Di perenungan ini
Berlaksa tanya dalam gundah hati
Ya Allah Dosa ini dosa siapa
Sakit ini sakit siapa
Bencana ini bencana siapa
Yang telah merenggut nyawa ratusan anak manusia
Ya Allah banyak orang kehilangan
Anak kehilangan ibunya
Anak kehilangan ayahnya
Anak kehilangan adik dan kakaknya
Ibu kehilangan anaknya
Istri kehilangan suaminya
Ada yang kehilangan sahabatnya
Ada yang kehilangan teman karibnya.
Ya Allah semua ini terjadi atas kehendak-Mu
Ya Allah ampuni kami tak sedetikpun kami melupakan-Mu
Ya Allah hari ini Engkau menguji ketaatan kami.
Ya Allah kami tegaar dalam kepasrahan menghadapi cobaan-Mu.
Ya Allah lindungilah saudara-saudara kami yang masih berjuang untuk hidup meski terhimpit dan tertimbun di sana
Terimalah di sisi-Mu saudara kami yang tak sanggup melawan badai tsunami itu Ya Allah. Ya Rabbulalamin
Kapankah bencana ini akan berakhir…

Palopo, 28 September 2018.

Oleh: Haidir Basir  (Ketua PMI kota Palopo)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel

To Top